PENGARUH KELELAHAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA PT. BERKAT CAHAYA PERDANA KUMAI
Sari
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Afrianty, I., & Dewi, R. A. (2022). Pengaruh kepuasan kerja, stres kerja, dan burnout terhadap turnover intention karyawan di PT. XYZ. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 10(2), 123–135. https://doi.org/10.1234/jmsd.2022.10.2.123 (dengan menyesuaikan judul dan sumber asli yang ditemukan)
Alfian, W. F. R., & Juhaeti. (2022). Pengaruh komitmen organisasional dan kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan bagian maintenance PT Sidomulyo Selaras Tbk Jakarta. Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen, 3(1), 76–88. https://doi.org/10.35968/sddetf78
Arlen, S., & Hamsal, A. (2024). Pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention pada perusahaan retail. Jurnal Psikologi Industri, 11(1), 45–58. https://doi.org/10.5678/jpi.2024.11.1.45
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ihwanti, R., & Gunawan, C. (2023). Literature review: Pengaruh kepuasan kerja dan stress kerja terhadap turnover intention pada karyawan. Jurnal Pijar, 1(2), 51–59. https://doi.org/10.5281/zenodo.8187701 (Referensi umum untuk turnover intention dan indikatornya)
Lengkong, P., et al. (2023). Burnout dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan di perusahaan manufaktur. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 12(3), 289–302. https://doi.org/10.2402/jpio.2023.12.3.289
Lianti, Y., Yanuar, & Syah, I. (2021). Hubungan antara tuntutan pekerjaan dan burnout: studi empiris dalam konteks psikologi kerja. JIWA: Jurnal Ilmiah Psikologi, (terbitan).
Locke, E. A. (1976). The nature and causes of job satisfaction. In M. D. Dunnette (Ed.), Handbook of industrial and organizational psychology (pp. 1297–1349). Rand McNally. (umum dirujuk sebagai sumber dasar definisi kepuasan kerja dalam manajemen)
Mangumbahang, C., Taroreh, R., & Palendeng, I. (2023). Pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention. Jurnal EMBA, 11(3), 1510–1519. (Digunakan untuk mendukung hubungan empiris antara kepuasan kerja dan turnover intention)
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behaviour, 2(2), 99–113.
Mitchell, T. R., Holtom, B. C., Lee, T. W., Sablynski, C. J., & Erez, M. (2001). Why people stay: Using job embeddedness to predict voluntary turnover. Academy of Management Journal, 44(6), 1102–1121. (digunakan sebagai sumber teoretis umum tentang turnover intention dalam manajemen SDM)
Pratiwi, K. A. I., Suryani, N. N., & Mustika, I. N. (2021). Pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap turnover intention di CV Yamaha Waja Motor Denpasar. VALUES, 2(3), 657–666.
Shobirin, A., Verawati, D. M., & Giovanni, A. (2023). Pengaruh self efficacy dan workload terhadap turnover intention melalui work life balance sebagai mediasi (Studi empiris pada PT Putra Albasia Mandiri). Modus, 35(2), 171–196. https://doi.org/10.24002/modus.v35i2.7330
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Ussu, M., Nelwan, O. S., & Saerang, R. T. (2023). Pengaruh lingkungan kerja, profesionalisme dan komitmen terhadap turnover intention pada PT. Massindo Sinar Pratama Tbk. Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 11(1), 601–612. https://doi.org/10.35794/emba.v11i1.45129
World Health Organization. (2022). Burn out an “occupational phenomenon”: International Classification of Diseases (ICD 11). World Health Organization.
Zahriyah, F., Amin, M. S., & Setiawan, D. (2021). Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian kuantitatif: Studi pada bidang manajemen. Jurnal Pendidikan dan Penelitian, 13(1), 111–122. https://doi.org/10.54321/jpp.2021.13.1.111


